Tapanuli Selatan – Salah seorang warga DH Lingkungan II Simaronop, Kelurahan Pardomuan merasa kesal dan kecewa atas sikap dan tampang arogan pegawai Kantor Pos Padangsidimpuan, ketika warga DH tersebut ingin menanyakan bantuan BLT Kesra penerima atas nama istrinya (YH) di Tahun 2025 yang lalu.Â
Hal tersebut dialami DH yang juga seorang jurnalis merasa kecewa dan kesal atas sikap pegawai yang mengaku sebagai Supervisor Keuangan pada Kamis (26/3/2026) di Kantor Pos Padangsidimpuan. Diketahui Bantuan Langsung Tunai Kesejahteraan Sosial (BLT Kesra) senilai Rp900.000 adalah program Pemerintah/Kemensos untuk warga kurang mampu.

Di kantor Pos Padangsidimpuan, DH menceritakan awalnya ingin menanyakan istrinya yang tercantum sebagai penerima bantuan BLT Kesra di tahun 2025. Ia menyampaikan penyebab keterlambatan istrinya YH yang tidak sempat menjemput bantuan BLT Kesra tersebut ke Kantor Pos Padangsidimpuan.
Tim wartawan yang mendampingi warga DH tersebut ingin konfirmasi terkait hal tersebut ke Kepala Kantor Pos Padangsidimpuan. Namun beberapa menit, DH yang terlebih dahulu konfirmasi kepada salah seorang pegawai kantor Pos, di sarankan untuk pindah ke meja yang lain dekat meja pertama.
Saat DH, dan tim wartawan mempertanyakan hak penerima yang merupakan istrinya sendiri YH, yang telat menjemput bantuan itu, mulanya pegawai yang pertama memberikan jawaban bahwa dana tersebut telah dikembalikan ke kas negara dengan sopan.
“Namun tiba-tiba keluar seorang pegawai Kantor Pos yang lain datang dengan arogan dan tidak sopan sambil berdiri memberikan penjelasan,” ucap DH.
Sambungnya lagi, pegawai yang angkuh dan sombong sambil berdiri ini mengatakan bahwa dana bantuan yang tidak ambil telah dikembalikan ke Kemensos RI.
“Dananya telah dikembalikan ke Kemensos RI, kalau tidak percaya silahkan datang dan tanyakan ke Kemensos RI,” kata pegawai tersebut.
DH pun ingin menanyakan bukti notice atau rekening dana yang telah dikembalikan ke Kemensos RI. Namun pegawai yang tidak mau menyebutkan namanya itu langsung menjawab, itu bukan urusan penerima bantuan BLT untuk ditunjukkan, sebab itu rahasia katanya.
Namun, anehnya bantuan BLT Kesra ini adalah transparansi dan bisa dibuka dengan akses di google. Ia pun menjawab lagi, bahwa Kantor Pos Padangsidimpuan hanyalah sebagai penyalur, dan yang punya hak kerja di sini adalah Kemensos RI, jadi silakan tanya ke Kemensos RI. Dan ia pun bertanggung jawab dan siap kalau ini semua adalah pekerjaan dari Kemensos RI.
Saat ditanyakan nama pegawai tersebut, sambil menclak-menclak dan tak mau menyebutkan namanya.
“Itu gak perlu, jabatan saya disini Supervisor Keuangan di Kantor Pos Padangsidimpuan,” sebutnya.
Saat DH dan tim wartawan ingin menemui Kepala Kantor Pos Padangsidimpuan, ia pun menyela dan mengatakan bahwa dirinya lebih baik memberikan jawaban daripada atasannya sendiri.
“Tak usah menemui Kepala, saya lebih baik memberikan jawabannya,” dengan bersikeras memberikan jawaban agar menyalahkan Kemensos RI.
Atas jawaban dan sikap seorang pegawai Kantor Pos Padangsidimpuan dan bahkan menantang wartawan untuk mem viralkan ini, DH meminta pihak BUMN/Pemerintah agar menindak tegas dan memberikan tegoran atas sikap yang tidak mencerminkan pelayanan yang baik kepada warga.
“Dan kalau perlu di sekolahkan kembali soal etika dan adat,” pinta DH. (Tim).

