Indeks Sumut-Antrian minyak sepekan terakhir di 3 provinsi di Sumatera, yakni Sumut, Riau dan Jambi, makin bertambah diduga pasokan BBM tidak cukup, mengakibatkan jalan lintas sumatera tidak jarang macet, hal itu diakui sejumlah SPBUÂ di lokasi tersebut.
Salah satunya SPBU Labuhan Kota Pinang, terlihat antrian hingga ratusan kendaraan Diesel, menunggu pasokan Bio Solar. Peristiwa ini sudah berlangsung cukup lama bahkan sudah menahun, namun seminggu belakangan malah lebih parah.
Sejumlah kendaraan bus umum pengangkut penumpang umum banyak yang telat sampai tujuan, karena minimnya pasukan Bio Solar di sejumlah SPBU di tiga provinsi di Sumut
Penanggung jawab operasional dan distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) serta LPG Pertamina di wilayah Sumatera Utara (Sumut) selaku Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut Sunardi, sast dikonfirmasi awak media ini enggan berkomentar banyak
“Untuk stok BBM masih sesuai jumlah sebelym sebelumnya, namun untuk pengawasan disetiap stasiun pengisian di SPBU, bukan kita yang mengawasi, itu Polisi di wilayah masing masing,” sebut Sunardi
Sedangkan humas Polres Labusel sebagai Daerah teritorial dari SPBU labuhan kota pinang, saat dikonfirmasi awak media ini, belum memberi tanggapan
Namun petugas SPBU Labuhan Kota Pinang, Andi mengatakan pihaknya menerima BBM Bio Solar kadang 8 Ton, dan kadang 16 ton per hari.
“Antrian membludak kami rasa karena kenaikan Dexlite pak, jadi yg sebelumnya pengendara pengguna Dexlite beralih ke Bio Solar,” sebutnya
Untuk itu sejumlah pengemdara di SPBU, meminta agar Prediden Prabowo tanggap akan kebutuhan masyarakat. Karena BBM digunakan bukan untuk keperluan jalan jalan
“Kami naik kendaraan untuk kebutuhan cari nafkah. lihat saja kami yang antri angkutan umum dan pengangkutan hasil kebun masyarakat, layaklah pemerintah terutama presiden buka mata untuk problem BBM ini,” ungkap salah seorang pengendara yang lagi antrian

