Tapanuli Selatan – Pengerjaan proyek rehabilitasi rambin (jembatan gantung) Simaronop, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Angkola Selatan, Tapsel mengundang tanda tanya warga dengan kualitas yang mengkhawatirkan tak bertahan lama. Warga pun meminta pengerjaan rehabilitasi rambin Simaronop yang juga tidak transparansi ini segera dapat diusut tuntas oleh pihak yang berwajib (Aparat Penegak Hukum).
Hal ini dilontarkan salah seorang warga (yang tak mau identitasnya dimunculkan) ditemui di lokasi rambin Simaronop, Rabu (25/3/2026). Komentar warga yang dipertanggungjawabkan komentarnya ini menyampaikan, pengerjaan proyek rehabilitasi yang dikerjakan kontraktor (pemborong) di bulan Desember tahun 2025 ini diduga dimanipulasi anggarannya. Sementara anggaran rehabilitasi rambin ini bersumber dari APBD Tapsel.

“Sehingga dengan dimanipulasinya anggaran rambin akan menyebabkan kualitasnya sudah pasti berkurang,” sebutnya kepada wartawan.

Ia pun menyebutkan dari semula pengerjaan rehabilitasi rambin ini telah menimbulkan tanda tanya, papan plank yang tak terpasang sebagai bukti transparansi proyek.
Dilokasi, tim wartawan menemukan banyaknya tepi dinding cor jalan menuju rambin dan dinding penahan rambin yang telah terkelupas dan rusak, tanpa ada sama sekali perbaikan dari pihak kontraktor (pemborong).
Bahkan, malah dicat hanya selapis dengan warna kuning dengan meninggalkan bekas dinding yang terkelupas.
Tak hanya itu, pengerjaan dinding kawat jembatan gantung itu, terlihat jelas sudah mulai rusak dan bengkok.
“Nah ini lagi, papan landasan rambin terlihat dipasang dengan papan sembarangan, padahal di RAB aslinya yang dipakai itu adalah papan kualitas terbaik (keras). Bagaimana mungkin ini bisa bertahan lama, ” kata warga itu lagi.
Warga ini pun mengatakan banyak rekan-rekan warganya sudah banyak yang kecewa dan kesal atas pengerjaan rehabilitasi rambin Simaronop yang menghubungkan ke Lingkungan Aek Salak ini.
Rehabilitasi rambin Simaronop ini tak akan bertahan lama yang sangat dibutuhkan warga ini.
Dilokasi rehabilitasi ini, rambin sepanjang 40 meter dengan lebar 2 meter tersebut terlihat seperti tak direhabilitasi atau diperbaiki, hanya tampak cor jalan menuju rambin ini sepanjang 30 meter dan hanya disalah satu ujung jembatan saja.
Disalah satu ujung jembatan tak ditemui cor jalan hanya disalah satu sisi, padahal dari dugaan RAB yang ada kedua ujung jembatan dibangun cor jembatan.
“Yang anehnya, lihatlah disatu ujung jembatan itu, ada tumpukan material (pasir dan batu). Ketika kami tanya keberadaan sisa material itu, kontraktor itu mengatakan akan digunakan untuk pembangunan jalan diujung jembatan,” sambung warga tersebut.
Warga pun sangat berharap agar rehabilitasi proyek rambin (jembatan gantung) ini dapat segera diusut untuk pertanggungjawaban keamanan warga yang menyeberang. (Tim).

