spot_img
spot_img

Sejumlah Wilayah Di Tiga Kabupaten Labuhanbatu Raya Berpotensi Longsor BMKG Beri Peringatan

Labuhanbatu-Sejumlah Wilayah di tiga kabupaten Labuhanbatu raya, meliputi Labuhanbatu Selatan, Labuhanbatu, dan Labuhanbatu Utara, berpotensi mengalami bencana longsor akibat prediksi tingginya curah hujan, demikian dikatakan Kepala Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan Hendro Nugroho, ST.,Msi, Senin (05/01/2026)

Menurut Hendro, sejumlah wilayah di tiga kabupaten Labuhanbatu raya, yakni Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan (Labusel), dan Labuhanbatu Utara (Labura) diprediksi berpotensi mengalami bencana tanah longsor pada Januari 2026.

“Potensi ini seiring dengan tingginya intensitas curah hujan yang melanda sebagia besar wilayah Sumatera Utara, termasuk tiga kabupaten di Labuhanbatu raya ini,” ungkap Hendro

Berdasarkan prakiraan dari BMKG Stasiun Geofisika Kelas I Deliserdang yang dirilis pada akhir 2025 ada 3 kecamatan di Kabupaten Labuhanbatu masuk dalam kategori potensi longsor bahaya tinggi.

“Wilayah tersebut meliputi Kecamatan Bilah Barat, Rantau Selatan dan Rantau Utara,” tambahnya.

Kabupaten
Data Balai Besar Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Wilayah I Medan, sejumlah daerah diperkirakan terkena bencana longsor imbas dari tingginya curah hujan

Sementara itu, di Kabupaten Labuhanbatu Selatan, Kecamatan Sungai Kanan menjadi wilayah yang perlu mendapat perhatian serius karena memiliki potensi bahaya tanah longsor. Kondisi geografis dan curah hujan yang tinggi dinilai menjadi faktor utama meningkatnya risiko bencana.

“Kabupaten Labuhanbatu Utara juga berpotensi longsor yang mengintai 4 kecamatan, yakni NA IX-X, Aeknatas, Kualuh Selatan dan Kualuh Hulu,” sambungnya

Katanya wilayah-wilayah ini tercatat memiliki potensi longsor dengan kategori menengah hingga tinggi selama Januari 2026.

“BMKG juga mencatat beberapa kecamatan di kawasan tersebut masuk dalam kategori potensi longsor rendah, seperti Kecamatan Sungai Kanan di Labusel serta Kecamatan NA IX-X, Aeknatas dan Kualuh Selatan di Labura,” jelas Hendro

Meski tergolong rendah, masyarakat tetap diimbau untuk tidak mengabaikan potensi bahaya tanah longsor di wilayah-wilayah tersebut.

“Tak hanya di 3 kabupaten tersebut, sejumlah daerah lain di Sumatera Utara juga diprediksi rawan longsor dengan tingkat bahaya yang bervariasi,” ucapnya

Antara lain, Kabupaten Asahan, Dairi, Deliserdang, Humbang Hasundutan, Karo, Langkat, Mandailing Natal, Nias, Nias Barat, Nias Selatan, Nias Utara, Padanglawas, Padanglawas Utara, Pakpak Barat, Samosir, Serdangbedagai, Simalungun, Tapanuli Selatan, Tapanuli Utara hingga wilayah Kabupaten Toba.

“BMKG mengingatkan, tanah longsor umumnya dipicu oleh curah hujan tinggi, kondisi tanah yang labil, serta aktivitas manusia di daerah perbukitan dan lereng,” cetusnya lagi

Oleh karena itu terangnya, kewaspadaan dan kesiapsiagaan menjadi kunci utama untuk meminimalkan risiko.

“Masyarakat yang tinggal di wilayah rawan diimbau untuk terus memantau informasi cuaca terkini, menghindari aktivitas di daerah berlereng saat hujan deras, serta segera melapor kepada pihak berwenang jika menemukan tanda-tanda awal terjadinya longsor,” ajaknya

Menurutnya ke tiga kabupaten di Labuhanbatu raya, dominan berpotensi bencana di Sumatera Utara, mengingat tingginya curah hujan

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini