Indeks Sumut-Suliyem (67) warga Kelurahan Brojol, Kecamatan Bajenis kota Tebingtinggi, ditolak saat tiba di Rumah Sakit Kumpulan Pane (RSKP) kota Tebing Tinggi, dengan dalih ruang kamar rumah sakit sudah penuh
Staf rumah sakit RSKP Tebing Tinggi berdalih kepada keluarga Suliyem, jika kamar inap mereka sudah penuh dan meminta agar mencari rumah sakit lain kepada warga yang hendak rawat inap
Sempat viral. dalam video yang berdurasi puluhan detik, warga lansia Suliyem terbaring lemas bersama anaknya Sunita yang membawanya ke RS pemerintah kota Tebing Tinggi
Menurut Sunita, sejak pagi dia sudah mencari ambulance untuk mengantar orang tuanya ke RSKP dengan niat rawat inap.
“Atas bantuan seorang warga kami peroleh tumpangan membawa orang tua saya. Namun, saat memasuki ruang lobi RSKP dan hendak mendaftar, tiba-tiba seorang staf RS meminta kami untuk mencari RS lain,” sebut Sunita dengan tangis terisa isak
Katanya karena ruangan di RS itu penuh, padahal, pasien butuh perawatan segera.
“Cobalah dibayangkan susah payah datang, sampai di sini kami ditolak,” sambung Sunita
Diterangkannya, sejak berangkat dari rumah mereka tidak makan karena ingin orang tuanya cepat mendapat pertolongan atau perawatan
“Bahkan seharian ini, kami belum makan sehingga merasa badan ini lemas semua. Kami orang yang gak punya apa-apa miskin kali kami bang,” keluh Sunita.
Disamping itu direktur RSKP dr Lily Kesuma, hingga kini tidak dapat dikonfirmasi di kantornya, maupun lewat telfon genggam
Memudian atas bantuan warga yang bersimpati, Sunita kemudian membawa orang tuanya ke RS Chevani. RS ini kemudian melakukan tindakan lanjutan penanganan kesehatan terhadap Suliyem

