Indeks Sumut-Ke sembilan tersangka pelaku perdagangan bayi di medan, dengan modus memiliki manajemen yang terorganisir, Asisten Rumah Tangga (ART), bertugas mengoperasikan aplikasi media sosial dan memantau calon pembeli demikian dikatakan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dr Jean Calvin Simanjuntak, Sik.,MH
Kata Komber Pol Jean, ke sembilan pelaku yang jadi tersangka, terungkap pelaku perdagangan bayi di medan, dengan modus memiliki manajemen yang terorganisir, Asisten Rumah Tangga (ART)
“Bahwa pengungkapan kasus perdagangan bayi ini bermula adanya informasi, dari masyarakat mengenai adanya dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di sebuah lokasi di Medan. Sebelum kita mengamankan ke sembilan pelaku,” sebutnya
Dikatakannya sindikat dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) di sebuah lokasi di Medan, yakni perdagangan bayi diamankan satreskrim Polrestabes Medan, Kamis (15/01/2026).
“Adapun hasil pemeriksaan, para pelaku ini memiliki manajemen yang terorganisir, (ART) Asisten Rumah Tangga,” jelasnya
Yang diduga bertugas mengoperasikan aplikasi media sosial dan memantau calon pembeli. Sedangkan Majikan (HD) Bertugas mencari pelanggan dan melakukan negosiasi langsung.
“Keunikan dari kasus ini terletak pada pembagian tugas para pelaku dalam memasarkan bayi di media sosial,” ucap Komber Pol Jean
Selain mengamankan BS dan HD, polisi juga menangkap seorang ART yang bekerja untuk tersangka HD hingga sembilan pelaku diduga jaringan terorganisir
“Dari hasil Penyelidikan menunjukkan bahwa praktik ini bukan pertama kalinya dilakukan,” sambungnya lagi
Berdasarkan keterangan para saksi dan tersangka, setidaknya sudah dua kali terjadi proses perdagangan bayi di lokasi tersebut. Dengan pelaku yang sama ke sembilan tersangka ini
“Penyidik masih melakukan pendalaman. terkait, informasi mengenai satu bayi lagi yang sudah dijual, namun ini masih dalam tahap pengembangan,” tambah Kombes Jean Calvijn.
Sejauh ini, transaksi perdagangan bayi tersebut diketahui masih mencakup wilayah lokal. Namun demikian tidak menutup kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas hingga ke tingkat internasional
“Masih kita dalami, sudah seberapa banyak bayi yang menjadi korban ke sembilan pelaku ini,” tegas Komber Pol Jean

