Tapanuli Selatan – Bupati Tapanuli Selatan (Tapsel), Gus Irawan Pasaribu, turun langsung meninjau progres normalisasi irigasi pertanian pasca bencana di Desa Sidadi I hingga perbatasan Desa Sidadi II, Kecamatan Batang Angkola, Jum’at (22/05/2026) sore.
Peninjauan tersebut dilakukan usai Gus Irawan mengikuti diskusi pengembangan moda transportasi udara bersama lima kepala daerah se-Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel).
Dalam kunjungan itu, Bupati Gus Irawan memastikan proses normalisasi lahan pertanian yang terdampak banjir bandang November 2025 lalu kini telah memasuki tahap akhir pengerjaan.
Program normalisasi tersebut dikerjakan pemerintah pusat melalui dukungan Kementerian Pertanian sebagai langkah percepatan pemulihan sektor pertanian di wilayah terdampak bencana.
“Alhamdulillah, kami sangat berterima kasih ke Presiden Bapak Prabowo Subianto, yang melalui Kementerian Pertanian memprogramkan normalisasi sawah di wilayah terdampak bencana,” ujar Gus Irawan saat diwawancarai wartawan usai peninjauan.
Ia menjelaskan, banjir bandang yang menerjang sejumlah wilayah di Kabupaten Tapsel pada November 2025 lalu menyebabkan kerusakan besar pada sektor pertanian. Sedikitnya, 3.000 hektare sawah mengalami gagal panen akibat tertimbun material banjir berupa pasir dan lumpur.
Menurut Gus Irawan, pemerintah bergerak cepat melakukan normalisasi agar lahan pertanian masyarakat dapat kembali produktif. Sebab, sedimentasi pasir dan lumpur yang tertinggal pascabanjir membuat sawah tidak memungkinkan untuk langsung ditanami padi.
Dalam peninjauan itu, Gus Irawan melihat langsung normalisasi lahan sawah seluas sekitar 75 hektare yang berada di kawasan Desa Sidadi I dan Desa Sidadi II. Ia menyebut, proses serupa juga sedang berjalan secara paralel di sejumlah kecamatan lain yang terdampak bencana, mulai dari Sipirok hingga Batang Toru.
Ia menerangkan, tingkat kerusakan di wilayah Sidadi I dan Sidadi II masih masuk kategori rusak ringan hingga sedang. Sementara, beberapa lokasi lain mengalami kerusakan berat, seperti di kawasan Pulo Godang yang tertimbun material banjir hingga setinggi tiga meter.(Saragih).

