Tapanuli Selatan – Bupati Tapanuli Selatan H. Gus Irawan Pasaribu meresmikan Grand Opening Program Makan Bergizi Gratis (MBG) SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) Sitinjak di Kecamatan Angkola Barat, Rabu, (29/4/2026). Program ini tidak hanya ditujukan untuk memperbaiki gizi siswa, tetapi juga diproyeksikan menjadi penggerak ekonomi desa dan percepatan penurunan stunting.
Dalam peresmian itu, Bupati Gus Irawan menegaskan seluruh kebutuhan dapur MBG harus dipasok dari hasil petani lokal agar perputaran uang tetap berada di Tapanuli Selatan.
“Bahan baku dapur harus berasal dari hasil petani kita sendiri. Jangan sampai belanja dari luar daerah, karena uangnya tidak berputar di Tapanuli Selatan,” sebut Bupati.
Ia menyebut, jika program berjalan optimal dengan target sekitar 90 ribu penerima manfaat, maka potensi perputaran ekonomi daerah dapat menembus lebih dari Rp400 miliar per tahun.
Menurut dia, MBG merupakan program strategis yang menyatukan kepentingan gizi anak dan pemberdayaan ekonomi masyarakat desa.
“Ini program mulia untuk generasi masa depan. Kita menyiapkan anak-anak sehat menuju Indonesia Emas 2045 sekaligus membangun ekonomi dari desa,” ujarnya.
Gus Irawan juga menyoroti capaian penurunan angka stunting di Tapanuli Selatan yang disebut turun dari sekitar 15 persen menjadi 6,6 persen. Meski demikian, ia menilai upaya penurunan harus terus diperkuat melalui intervensi pangan bergizi dan penguatan sektor pertanian.
Pemerintah daerah, sebut Bupati , juga mendorong program pendukung seperti gerakan seribu kolam ikan, pengembangan peternakan ayam petelur, hingga pembangunan depo pakan guna menekan biaya produksi petani.
Perwakilan yayasan pelaksana, Nauli Harahap, menyebut program MBG sebagai investasi jangka panjang untuk kualitas generasi bangsa. Menurut dia, kualitas gizi anak hari ini akan menentukan daya saing Indonesia 10 hingga 20 tahun mendatang.
Sementara Kepala SPPG Sitinjak Akbar Darmansyah mengatakan dapur MBG menerapkan standar operasional ketat, mulai dari sterilisasi dapur, penggunaan bahan baku lokal segar, hingga distribusi makanan higienis ke sekolah penerima manfaat.
Dengan beroperasinya SPPG Sitinjak, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan berharap program ini menjadi instrumen nyata pembangunan desa sekaligus mempercepat penurunan stunting secara berkelanjutan.(Saragi).

