Indeks Sumut-Sejumlah kartu SIM dari berbagai operator, hingga rekening bank yang diduga terkait dengan kasus SMS blast phishing yang menyerupai situs resmi e-tilang, disita Direktorat Tindak Pidana Siber (Dittipidsiber) Bareskrim Polri demikian disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat kerja di Komisi III DPR RI
Menurut Jenderal Listyo Sigit, sejumlah kartu SIM dari berbagai operator, hingga rekening bank yang diduga terkait dengan kasus SMS blast phishing yang menyerupai situs resmi e-tilang, disita Dittipidsiber Bareskrim Polri
“Kasus ini terungkap setelah adanya laporan yang disampaikan Kejaksaan Agung (Kejagung) pada Desember 2025 terkait beredarnya sejumlah tautan palsu yang mencatut institusi pemerintah. Dan tim Dittipidsiber Bareskrim Polri berhasil menyita sejumlah kartu SIM dari berbagai operator, hingga rekening bank,” ungkap Jenderal Listyo Sigit
Selain itu sejumlah orang diamankan atas kejahatan tersebut. Dan Dittipidsiber bergerak menindaklanjuti aduan kejagung. Berdasarkan penyelidikan intensif, ditemukan juga adanya laporan polisi lain dengan modus serupa di wilayah Palu, Sulawesi Tengah.
“Penyidik Dittipidsiber menemukan ratusan tautan phishing serta sejumlah nomor telepon yang digunakan dalam SMS blast. Tim Dittipidsiber juga menelusuri keberadaan para pelaku hingga ke Banten dan Jawa Tengah,” lanjutnya
Bareskrim telah mengamankan sejumlah orang yang terlibat kasus tersebut. Mereka yang diamankan merupakan operator SMS blast hingga pihak yang menyediakan kartu SIM.
“Adapun barang bukti yang disita penyidik antara lain perangkat komputer, telepon seluler, puluhan SIM box, kartu SIM dari berbagai operator, hingga rekening bank yang diduga terkait dengan kasus tersebut,” sambungnya
Menurutnga salah satu tindak pidana siber yang menonjol adalah penanganan perkara SMS blast phising dengan modus e-tilang
Kapolri menyebut awal mula pengungkapan kasus ini, yakni dari laporan yang diterima pihaknya.
“Di awal, polisi menemukan 11 link phising dan 5 nomor telepon format internasional yang digunakan untuk kejahatan siber itu,” terangnya
Dari laporan ini, kasus serupa kemudian ditemukan di Polda Sulteng. SMS berisi link phising ini akan mengarahkan korban ke website e-tilang palsu. Korban pun terjerat penipuan.
“Dan pada saat kita amankan, ternyata korban menjelaskan bahwa korban menerima SMS blast berisi link phising yang masuk dalam web e-tilang palsu,” ujar Jenderal Sigit, lagi
Rupanya, ada seratusan link phising dan 11 nomor telepon yang disebarkan sehingga korban pun kemungkinan banyak. Total 3 orang sudah ditetapkan sebagai tersangka dari kasus ini.
“Dan dari hasil lidik, ada 135 link phising dan 11 MSISDN yang telah disebarkan dan kemungkinan korbannya juga akan banyak dan menjangkau dalam wilayah yang luas. Pada saat ini kami telah mengamankan 3 tersangka dan terus kita kembangkan,” tegas Jenderal Listiyo Sigit.

