Bareskrim Bongkar Pembalakan Liar Puluhan Tahun, Banjir Aceh Tamiang Kian Parah

Indeks Sumut – Bareskrim Polri mengusut dugaan pembalakan liar sebagai penyebab utama banjir Aceh Tamiang. Penyelidikan dilakukan di kawasan hulu Sungai Tamiang yang diduga rusak akibat aktivitas ilegal selama puluhan tahun.

Direktur Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri, Brigadir Jenderal Mohammad Irhamni, menyebut pembalakan liar di hutan lindung sekitar hulu Sungai Tamiang telah berlangsung lama. Aktivitas tersebut diperkirakan terjadi sejak 20 hingga 25 tahun lalu dan dampaknya baru dirasakan secara besar saat ini.

“Sejak 25 tahun lalu sudah terjadi. Perbuatan 20 tahun, 10 tahun, 5 tahun, dampaknya hari ini,” kata Irhamni di Aceh Timur, Selasa, 6 Januari 2025.

Pembalakan liar diduga terjadi di dua kawasan hutan lindung di wilayah hulu Sungai Tamiang. Lokasi tersebut adalah Hutan Lindung Serbajadi dan Hutan Lindung Simpang Jernih di Aceh Timur. Saat ini, Bareskrim tengah menyelidiki pihak-pihak yang diduga menjadi aktor di balik perusakan kawasan tersebut.

Irhamni bersama tim mengecek langsung area hulu aliran Sungai Tamiang di Aceh Timur. Dalam pemantauan aliran sungai menggunakan speedboat, terlihat banyak perkebunan kelapa sawit berada tepat di tepian sungai, khususnya di wilayah Simpang Jernih.

Perkebunan sawit tersebut turut terdampak banjir bandang. Area perkebunan berubah menjadi kubangan lumpur, dengan sejumlah pohon sawit tampak tumbang dan terendam material banjir.

Kondisi ini memunculkan dugaan pelanggaran lingkungan hidup oleh perusahaan yang membuka lahan di sekitar aliran sungai. Pembukaan lahan tersebut diduga memperparah sedimentasi sungai dan meningkatkan risiko banjir.

Selain bekas bukaan lahan sawit, ditemukan pula longsoran tanah di banyak titik punggung bukit yang mengarah ke sungai. Material longsor itu ikut terbawa arus dan menyumbang lumpur yang merendam rumah-rumah warga di wilayah terdampak banjir.

Penyelidikan Bareskrim Polri masih berlangsung untuk mengungkap rangkaian perusakan hutan lindung dan dampaknya terhadap bencana banjir di Aceh Tamiang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini