Tapanuli Selatan – Menujukkan semangat patriotismenya, Ketua PGRI Kabupaten Tapanuli Selatan H. Untung P Harahap, MPd turut hadir bersama unsur Forkopimda dan masyarakat di Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia yang ke-81 di Kecamatan Angkola Barat.
Upacara peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 ini dipusatkan di Lapangan bola SMAN 1 Angkola Barat, Tapsel, Senin (17/8/2026) pagi.

Di sela-sela Upacara Peringatan HUT Kemerdekaan RI ke-81 di Angkola Barat, Ketua PGRI (Persatuan Guru Republik Indonesia) Kabupaten Tapanuli Selatan Untung P Harahap mengatakan dengan kehadirannya bersama para guru lainnya merupakan panggilan jiwa nurani bahwa semangat patriotisme pendahulu guru sebelumnya turut bergerilya meski tak menyandang senjata melawan penjajah kolonial Belanda, namun perjuangan guru di awal Kemerdekaan begitu banyak andil dengan mendidik rakyat untuk cinta tanah air, menanamkan rasa nasionalisme dan melawan penjajah.
Utung Harahap pun menambahkan, Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) lahir pada tanggal 25 November 1945 di Surakarta. Tepat 100 hari setelah Proklamasi Kemerdekaan RI, Organisasi naungan para guru ini hadir untuk menyatukan para pendidik demi mempertahankan kemerdekaan, mencerdaskan kehidupan bangsa, serta menolak kembalinya penjajahan.
“Sejak awal Kemerdekaan, PGRI telah menyuarakan Kemerdekaan dan mempertahankan kemerdekaan berjuang bersama pejuang dan rakyat untuk menentang penjajah,” ucap Untung yang juga sebagai Wakil Ketua PD PGRI Provinsi Sumut.
Sambungnya lagi, peranan PGRI pun nyata dalam awal Kemerdekaan, menyatukan Guru, menghapus perbedaan dalam satu wadah Negara Kesatuan Republik Indonesia. Lalu turut membela Negara: Berjuang bersama rakyat melawan tentara Belanda di masa revolusi. Serta mendidik bangsa,membuka sekolah untuk mengisi kemerdekaan melalui dunia pendidikan.
“Dengan memperingati momentum kemerdekaan ini sekaligus memperkuat semangat kebangsaan, persatuan, dan pengabdian khususnya kita sebagai pendidik,” sebut Untung dengan memakai jas kebanggaan organisasi guru tersebut.
Lalu ia pun mengatakan semangat kemerdekaan perlu diterjemahkan dalam bentuk kerja nyata di lingkungan pendidikan. Guru, menurutnya, memiliki tanggung jawab untuk terus mendampingi generasi muda agar tumbuh menjadi pribadi yang berkarakter, berprestasi, dan memiliki rasa cinta terhadap tanah air.
“PGRI ingin menunjukkan bahwa guru tidak hanya hadir di ruang kelas, tetapi juga menjadi bagian penting dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa. Momentum kemerdekaan ini harus menjadi pengingat bagi seluruh anggota PGRI untuk terus menjaga persatuan dan meningkatkan kualitas pengabdian,” jelasnya.
Diketahui Upacara Peringatan detik-detik Proklamasi Kemerdekaan RI ke-81 di Angkola Barat ini dipimpin Camat Angkola Barat M. Thohir Pasaribu, S. Sos, dengan komandan upacara Serka M. Yusuf, dan perwira upacara Aipda Alex Panjaitan, SH. (Saragih).

