Padang Lawas Utara – Sebuah rumah yang juga difungsikan sebagai gudang milik warga di Desa Hutaimbaru, Kecamatan Halongonan, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta), Sumatera Utara, hangus terbakar dilalap api. Kejadian kebakaran ini terjadi pada Kamis (11/6/2026) dini hari.
Rumah yang hangus terbakar diketahui milik Rusli Harahap (30), seorang wiraswasta yang tinggal di Desa Hutaimbaru Rumah ini terbuat dari material mudah terbakar sehingga api dengan cepat menghanguskan seluruh bagian bangunan dengan kerugian material ditaksir mencapai Rp55 juta.
Kapolsek Padang Bolak, AKP Abdul Hakim Harahap, SH, MH, mengatakan pihaknya langsung bergerak ke lokasi setelah menerima laporan adanya kebakaran.
“Kanit Reskrim bersama personel kami segera mendatangi lokasi kejadian guna melakukan pengamanan dan penyelidikan,” kata AKP Abdul Hakim Harahap.
Setibanya di lokasi, petugas mendapati api telah berhasil dipadamkan oleh warga setempat yang bergotong royong melakukan pemadaman sebelum merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.
Berdasarkan keterangan saksi Junita Harahap, ia pertama kali mengetahui kejadian tersebut setelah mendengar keributan dari arah sekitar SPBU Hutaimbaru pada tengah malam. Saat keluar rumah, ia melihat kobaran api telah membesar dan membakar rumah milik korban.
“Saksi kemudian berteriak meminta pertolongan warga sekitar. Tidak lama kemudian masyarakat berdatangan membantu memadamkan api dan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak kepolisian,” ujar Kapolsek.
Dari hasil pemeriksaan dan olah TKP, petugas menduga sumber kebakaran berasal dari korsleting atau hubungan arus pendek listrik.
“Hasil sementara yang kami peroleh mengarah pada dugaan korsleting listrik. Namun demikian, penyelidikan tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kebakaran tersebut,” tegas AKP Abdul Hakim Harahap.
Akibat peristiwa itu, satu unit rumah sekaligus gudang milik korban hangus terbakar. Selain bangunan, sejumlah pupuk yang disimpan di dalam gudang serta satu unit mobil Kijang turut mengalami kerusakan akibat kebakaran.
Rincian kerugian material meliputi bangunan rumah/gudang sekitar Rp20 juta, pupuk senilai Rp15 juta, dan satu unit mobil Kijang senilai Rp15 juta. Total kerugian diperkirakan mencapai Rp55 juta.(Saragih).

