Indeks Sumut-15 orang warga setempat di dekat ibukota Teheran dinyatakan menjadi korban ledakan besar di Bandara Abbas Iran, menghancurkan sebuah bangunan tempat tinggal, Sabtu (31/01/2026) siang itu terjadi di tengah ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat (AS)
Lokasi ledakan yang memakan korban 15 orang, 2 diantaranya tewas, berada di sekitar Selat Hormuz yang dikenal sangat strategis sebagai jalur transportasi minyak dunia, demikian dikatakan Juru bicara Staf Umum Angkatan Bersenjata Iran Brigjen Abolfazl Shekarchi
Brigjen Abolfazl Shekarchi, menyebut ledakan terjadi pada gedung delapan lantai, menyebabkan kerusakan parah pada dua lantai bangunan tersebut serta merusak beberapa kendaraan dan toko di sekitarnya dan memakan korban sedikitnya 15 orang
“Penyebab ledakan Bandar Abbas adalah kebocoran gas,” sebutnya
Sedangkan kepala pemadam kebakaran, Mohammad Amin Lyaghat, menyebut gas tersebut lantas menumpuk di sebuah tempat hingga menimbulkan ledakan besar.
“Penyebab awal kecelakaan gedung di Bandar Abbas adalah kebocoran dan penumpukan gas, yang menyebabkan ledakan,” kata Lyaghat
Sementara itu, kepala manajemen krisis Provinsi Hormozgan, Mehrdad Hassanzadeh, mengatakan dua orang dilaporkan tewas.
“Sedangkan 13 orang lainnya mengalami luka cukup parah, yang saat ini berada dalam perawatan medis,” katanya
Ledakan di Bandar Abbas, Iran, bukan karena serangan AS melalui militernya yang saat ini berkumpul di perairan Timur Tengah.
“Kendati demikian, kekhawatiran perang Iran vs Amerika Serikat tetap sebagai ancaman,” lanjutnya
Sedangkan dua pejabat Israel menegaskan negaranya tidak terlibat dalam insiden ledakan maut yang terjadi di sejumlah wilayah Iran.
Dilansir dari The Times of Israel, pejabat Zionis
itu menegaskan bahwa negaranya tidak ikut campur terkait peristiwa ledakkan yang menewaskan seorang bocah perempuan dan korban lainnya.
Meski ledakan yang menewaskan 15 orang ini, terjadi di tengah ketegangan Iran dengan AS meningkat, namun pemeritah Teheran, membantah adanya sabotase Israel dan AS

