Trump Terancam Pemakzulan, Desak Partai Republik Menang Pemilu 2026

Indeks Sumut – Trump terancam pemakzulan kembali. Presiden Amerika Serikat Donald Trump secara terbuka mengaku berada di bawah bayang-bayang pemakzulan jika Partai Republik gagal memenangkan pemilihan paruh waktu Kongres pada 2026.

Trump menegaskan kemenangan pemilu paruh waktu adalah kunci keselamatannya secara politik. Hal itu disampaikan langsung kepada anggota parlemen Partai Republik dalam pertemuan di Washington. Trump menyebut, jika Partai Republik kalah, lawan politiknya akan mencari alasan untuk memakzulkannya. Ia bahkan secara tegas mengatakan, dirinya akan dimakzulkan jika gagal menguasai Kongres.

Trump mendorong Partai Republik mengendalikan parlemen. Menjelang pemilihan November, Trump meminta sekutu-sekutunya di Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) AS untuk mengesampingkan konflik internal. Ia ingin seluruh anggota partai bersatu menjual kebijakan pemerintahannya kepada pemilih, terutama terkait kesetaraan gender, layanan kesehatan, dan integritas pemilu.

Trump menyoroti kemarahan publik soal biaya hidup. Menurutnya, masyarakat AS sedang marah terhadap tingginya harga dan tekanan ekonomi. Namun, Trump tidak banyak membahas solusi konkret. Ia justru menyalahkan Partai Demokrat atas masalah inflasi dan harga, yang disebutnya sebagai warisan dari pemerintahan sebelumnya.

Trump berada di bawah tekanan isu domestik. Setelah melancarkan operasi militer untuk menangkap Presiden Venezuela Nicolas Maduro, Trump didesak untuk kembali fokus pada masalah dalam negeri. Meski begitu, dalam pidato panjang selama 84 menit yang tidak terstruktur, Trump lebih banyak berbicara reflektif, termasuk menyebut nasihat istrinya agar ia berhenti “menari” di depan umum.

Trump memprediksi kemenangan besar Partai Republik. Ia optimistis partainya akan meraih kemenangan epik dalam pemilu paruh waktu. Namun, Trump juga mengeluhkan sejumlah anggota DPR dari Partai Republik yang tidak sepenuhnya sejalan dengan kebijakannya.

Pemilu Kongres menjadi penentu kekuasaan. Seluruh kursi DPR AS dan sepertiga kursi Senat akan diperebutkan pada November. Secara historis, presiden AS hampir selalu kehilangan kursi di DPR pada pemilu paruh waktu sejak era George W. Bush pada 2006.

Trump mendesak Partai Republik melawan Demokrat soal kesehatan. Ia meminta partainya lebih tegas menghadapi kampanye Partai Demokrat yang mendorong perpanjangan subsidi layanan kesehatan dan membuat asuransi Obamacare lebih terjangkau bagi jutaan warga AS.

Trump meminta fleksibilitas soal isu aborsi. Ia menilai anggota konservatif perlu lebih lentur terkait dorongan memasukkan Amandemen Hyde, yang melarang penggunaan dana pajak untuk layanan aborsi, dalam rancangan kebijakan kesehatan.

Ancaman pemakzulan sudah nyata. Sejumlah anggota DPR dari Partai Demokrat telah mengajukan pasal-pasal pemakzulan terhadap Trump. Mereka menuduh Trump menyalahgunakan kekuasaan pada masa jabatan keduanya. Tuduhan ini dibantah keras oleh Gedung Putih.

Kekuasaan Trump di DPR sangat rapuh. Saat ini, Partai Republik hanya unggul lima kursi di DPR. Margin tipis ini membuat Trump dan Ketua DPR Mike Johnson frustrasi karena sulit mengamankan dukungan penuh.

Trump memperluas kewenangan eksekutif. Ia mendorong kebijakan sepihak di berbagai bidang, mulai dari imigrasi, aksi militer, hingga regulasi federal. Dalam waktu dekat, Trump juga akan menghadapi putusan penting Mahkamah Agung terkait penggunaan tarif luas yang dinilai berpotensi melanggar kewenangan Kongres.

Partai Republik dinilai patuh pada Trump. DPR yang dikuasai Partai Republik disebut telah menyerahkan banyak wewenang legislatif, termasuk soal anggaran, kepada pemerintahan Trump. Kondisi ini membuat pertarungan pemilu paruh waktu menjadi sangat krusial bagi masa depan politik Trump.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini