Indeks Sumut-H Ramli Siagian, yang merupakan sesepuh tokoh masyarakat Labuhanbatu angkat bicara terkait penembakan warga di area PT Perkebunan Milano Cabang Dua Estate (Wilmar Group) oleh oknum polisi, Selasa (13/10/2026)
Sikap tertutup ini mengundang kritik pedas dari Tokoh Masyarakat Labuhanbatu, Ramli Siagian. Ia mengutuk keras keterlibatan personel bersenjata laras panjang di perkebunan swasta yang dianggap berlebihan dan memicu pertumpahan darah dengan rakyat kecil.
“Kami mendesak Kapolda Sumut Irjen Pol Sonny Irawan, segera turun tangan, pencurian brondolan sawit memang merupakan pelanggaran hukum. Namun, menghujani tubuh warga dengan peluru serta meremukkan kepalanya dengan senjata adalah tindakan biadab yang tak dapat ditoleransi,” sebut H Ramli Siagian
Tokoh masyarakat Labuhanbatu itu menegaskan kiranya jangan menjadikan alasan hukum untuk menutup-nutupi kebrutalan, dan menyebut bungkamnya petinggi Propam sebagai tirai penutup borok institusi di Labuhanbatu
“Dua peluru menembus tubuh warga, sejuta tanda tanya menutup mulut kepolisian. Aksi koboi aparat di Labuhanbatu dan sikap pengecut pejabat Propam yang memilih kabur dari sorotan publik adalah preseden paling memalukan bagi penegakan hukum,” tambahnya
H Ramli Siagian, juga menhatakan agar Polda Sumatera Utara segera melakukan proses yang transparan, sehingga publik tidak merasa terbohongi dan menhetahui kronologi sebenarnya
“Buka kronologi secara transparan. Copot dan pidanakan oknum terlibat” tegasnya
Sedangkan korban Rahmat Alfian (34), terbaring lemah di RSUD Rantauprapat setelah ditembus dua tembakan yang mengenai paha dan pinggangnya, serta dihantam popor senjata laras panjang hingga kepalanya robek bercucuran darah.
Meski korban secara terbuka mengakui kesalahannya mengambil brondolan kelapa sawit sekitar setengah goni, tindakan represif aparat dinilai sudah jauh melampaui batas kemanusiaan dan merusak integritas penegakan hukum.
“Saya memang salah mengambil brondolan sawit, tapi saya mohon keadilan. Walaupun saya mencuri, tidak seharusnya diperlakukan kejam seperti ini,” jerit Rahmat pilu diruangan perawatan RSUD Rantauprapat.
Sedangkan humas polres Labuhanbatu belum memberi keterangan resmi terkait kronologis penembakan warga di Panai Tengah pesisir Labuhanbatu itu.
Namun Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Pol Dr. Ferry Walintukan, S.I.K.,S.H.,M.H, kepada wartawan media ini menerangkan bahwa kasus tetsebut sudah di tangani Propam”Sudah di tangani Propam bang,” sebutnya singkat
Atas peristiwa ini, masyarakat Labuhanbatu berharap oknum pelaku penembakan dapat di beri sanksi berat, hal itu dikatakan tokoh masyarakat Labuhanbatu H Ramli Siagian, sebagai warga Rantau Prapat

