Indeks Sumut-Sebanyak 493 daerah atau setara dengan 90 % di Indonesia masih menggunakan dana transferan dari anggaran pusat untuk keberlangsungan pemerintahan masing masing daerah, demikian dikatakan Mendagri Tito Karnavian
Menurut Tito, diluar 493 daerah yang masih memiliki kapasitas fiskal yang lemah, hanya 26 daerah atau 5% yang kapasitas fiskalnya kuat dan 27 daerah atau 5% dengan kapasitas fiskal sedang.
“Kita sangat berharap daerah-daerah yang 493 ini mandiri fiskal yang ditandai dengan pendapatan asli daerahnya tinggi, melebihi dari transfer pusat. Jadi nggak bergantung kepada pusat,” kata Tito dalam acara Semangat Tahun Baru 2026
Tito menjelaskan kapasitas fiskal yang kuat ditandai dengan Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang lebih tinggi dari pendapatan transfer pusat. Semua daerah diharapkan bisa mandiri fiskal agar tidak lagi bergantung kepada transfer pusat.
“Sejumlah daerah masih sangat mengandalkan pemerintah pusat karena PAD-nya rendah. Terdapat beberapa penyebab PAD rendah, salah satunya sektor swasta yang tidak hidup,” tambahnya
Menurutnya lagi PAD-nya rendah, karena dunia swastanya nggak hidup. Makanya perlu mendorong semua daerah agar mereka bisa mengembangkan dunia swasta
“Bagi kepala-kepala daerah bisa berpikir bagaimana cara mencari PAD lebih banyak. Salah satunya dengan mendorong peran swasta melalui kemudahan, kepastian dan transparansi dalam perizinan,” sebutnya
Sambunya lagi kepala daerah yang 493 itu berpikirnya mengharapkan dari pusat, untuk itu Tito mengajak agar kepala daerah berpikirlah lebih banyak mencari pendapatan

