APBN 2025 Defisit Rp695 Triliun, Porsi Stimulus Ekonomi Jadi Alasan

Indeks Sumut – APBN 2025 resmi membukukan defisit sebesar Rp695,1 triliun, atau setara 2,92% dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini melampaui outlook sebesar 2,78% dan target APBN 2,53% dari PDB.

Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa, menyampaikan data tersebut dalam konferensi pers APBN Kita di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Purbaya merinci, pendapatan negara per akhir Desember 2025 mencapai Rp2.755,3 triliun, atau 91,7% dari target Rp3.005,1 triliun. Sementara itu, belanja negara mencapai Rp3.451,4 triliun, atau 95,3% dari outlook Rp3.621,3 triliun.

Perbedaan antara belanja dan pendapatan menyebabkan defisit membesar. Namun, Purbaya menegaskan defisit masih aman, berada di bawah ambang batas 3% dari PDB sesuai Undang-undang.

“Memang terlihat defisit melebar. Tapi ketika ekonomi sedang turun, kita harus memberikan stimulus untuk mendorong pertumbuhan,” ujar Purbaya.

Selain itu, keseimbangan primer APBN 2025 tercatat minus Rp180,7 triliun, lebih lebar dari target minus Rp63,3 triliun. Purbaya menegaskan pelebaran defisit disebabkan terutama karena pendapatan negara tidak mencapai target.

“Realisasi penerimaan pajak memang di bawah outlook, tapi kami pastikan defisit tidak melampaui batas aman 3% dari PDB. Kami juga terus berkoordinasi dengan DPR,” jelasnya.

Purbaya sebelumnya sudah memberi sinyal bahwa defisit APBN 2025 akan melampaui target. Kondisi ini dianggap wajar mengingat pemerintah tetap menyalurkan stimulus untuk menjaga ekonomi tetap bergerak di tengah situasi yang menantang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini