Padangsidimpuan – Jabatan adalah amanah yang dipercayakan dan diberikan, dan seharusnya dapat dipertanggungjawabkan. Termasuk jabatan Kepala Desa (Kades) menjadi pemimpin yang dipercayakan masyarakat serta dapat menjadi contoh dan tauladan.Â
Namun berbeda dengan oknum Kades IS yang menjabat sebagai Kepala Desa AB di daerah Kota Padangsidimpuan ini yang tak wajar menyandang pimpinan di Desanya.
Diketahui, Kepala Desa IS ini doyan dan hobby miras dan wanita penghibur kerap tiap malam menenggak miras jenis tuak ditemani wanita penghibur di salah satu warung di jalan baru by pass di Kota Padangsidimpuan yang terendus masyrakat dan publik.
Salah seorang warga yang tak mau disebut identitasnya, Kamis (5/6/2026) mengatakan kepada tim wartawan, bahwasanya Oknum Kades IS ini selalu datang berdua dengan pasangan wanita ‘gelapnya’ ke warung yang ada di jalan baru. Selepas menikmati miras, IS dan wanita malamnya ini berangkat menuju ke puncak nuansa alam yang berada di dekat pekuburan Covid-19 Kota Padangsidimpuan, untuk melanjutkan ‘permainan gelapnya’ kembali.
“Iya bang, IS dengan wanita penghibur ini diduga pasangan gelap sering terlihat menikmati miras di warung itu bang,” ucap warga tersebut.
Ulah oknum Kades IS ini tak patuh dipertahankan oleh masyarakatnya dan Pemerintah Kota Padangsidimpuan, sudah seharusnya Dinas terkait, PMD dan Inspektorat melakukan pemanggilan dan pemeriksaan kepada IS.
Saat dikonfirmasi ke oknum yang bersangkutan via whatsapp, Sabtu (6/6/2016), IS si Kepala Desa malah tidak mengakui dan berdalih dirinya bersih dari wanita penghibur, ia pun mengatakan bahwa fotonya itu saat bersama saudaranya (itonya).
Kepala Desa yang tidak memiliki etika dan sopan santun inipun menjawab dengan kata-kata kasar dan tak pantas saat dikonfirmasi.
“Don dope au b****g dohot ada boru nadidokkon mi. Ibotoku donadi poto mi ulang nabahat tu t* mu (ini lagi aku b*** dengan wanita yang kau bilang itu. Saudaraku yang di fotomu, jangan banyak kali t* ), ” balasnya dengan nada sombong dan tak beretika.
Dari jawaban IS ini, terlihat dirinya bukan seorang pejabat publik di desanya yang menjadi panutan, dirinya malah mengakui kalau dirinya sering berfoto bersama wanita lain di tempat penjual miras yang akan menimbulkan asumsi negatif masyarakat. (Tim).

