spot_img
spot_img

Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw Kutuk Keras Dan Sampaikan Duka Mendalam Atas Aksi Penembakan Pilot Maskapai Perintis di Distrik Korowai Boven Digul

Medan –  Komjen (Pol) Drs Paulus Waterpauw, MSi yang menjabat Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Papua sangat mengutuk keras aksi biadab penembakan Pilot dan Kopilot Maskapai Perintis di Distrik Korowai, Kabupaten Boven Digul, Papua baru- baru ini. 

Putra asli Papua, Komjen Pol (Purn) Paulus Waterpauw ini pun menyampaikan duka mendalamnya atas tewasnya ke dua pilot milik maskapai penerbangan Perintis yang ditembak secara biadab oleh KKB ini.

“Saya sesama manusia saya sangat mengutuk keras aksi penembakan biadab ini dan menyampaikan rasa duka yang mendalam kepada kedua pilot yang telah berjasa dalam transportasi hingga ke pedalaman di Papua sejak tahun 1987 ini,” ucap Paulus dengan geram, Jum’at (27/2/1026).

Mantan Kapolda Sumut, Papua Barat dan Papua ini pun mengatakan aksi yang menghilangkan nyawa orang dengan biadab ini tidak bisa ditolerir lagi dan diterima. Karena dalil yang tidak masuk akal, atau kontekstualnya untuk perjuangan memisahkan diri hingga menghilangkan nyawa kedua pilot yang telah berjasa di bidang transportasi kemanusiaan ini, justru perbuatan mereka ini sangat kita kutuk dan kecam keras.

Sambungnya lagi, di era tahun 2026 Papua kini sudah menunjukkan kemajuan, bahkan di era Kepemimpinan Prabowo dan Gibran ini telah memfokuskan akselerasi percepatan pembangunan di Papua dengan Komite Eksekutif, jadi tidak ada alasan bagi mereka untuk membawa alasan.

Untuk itu, beliau meminta agar pihak Pemerintah, TNI-Polri untuk menyatukan persepsi, satu komando dengan melakukan rapat koordinasi dan bergerak bersama bukan secara sendiri-sendiri (parsial). Selain itu, Paulus Waterpauw pun meminta agar negara janga kalah dengan pihak yang dinamakan KKB itu, denga tidak menutup ke 11 bandara yang ada, negara harus menjamin dan memberikan keamanan serta ketenangan kepada rakyatnya.

“Negara tak boleh kalah, harus memberikan jaminan keamanan kepada rakyatnya, dan Pemerintah Daerah harus membangun komunikasi yang baik kepada saudara-saudara yang berpikiran sembrang agar timbul kesadaran sama-sama untuk membangun tanah Papua,” harapnya. (Dame/sar).

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini