spot_img
spot_img

Banjir Tapteng Belum Tuntas, Lumpur Masih Menutup Jalan dan Rumah Warga

Indeks Sumut – Banjir Tapteng yang disertai longsor di Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng), Sumatera Utara, hingga kini masih menyisakan masalah serius. Meski bencana terjadi sejak Senin, 24 November 2025, lumpur masih menumpuk di jalan dan halaman rumah warga hingga 43 hari setelah kejadian.

Banjir Tapteng berdampak langsung pada aktivitas masyarakat. Jalan lingkungan dan permukiman warga belum sepenuhnya bersih, sehingga berisiko menimbulkan genangan baru dan gangguan kesehatan.

Untuk mengatasi kondisi tersebut, Tim SAR gabungan dikerahkan melakukan pembersihan lumpur. Kegiatan difokuskan di sepanjang jalan Perumahan Pandan Asri, Desa Aek Tolang, Kecamatan Pandan, serta di Desa Hutanabolon, Lorong 1, Kecamatan Tukka, Tapteng.

Kepala Bidang Humas Polda Sumut, Kombes Pol Ferry Walintukan, menjelaskan bahwa di Desa Aek Tolang masalah utama berada pada saluran drainase milik warga. Drainase tersebut dipenuhi lumpur sehingga menghambat aliran air.

“Pembersihan ini dilakukan untuk melancarkan aliran air sekaligus mencegah potensi genangan dan banjir yang dapat mengganggu aktivitas serta keselamatan warga,” ujar Ferry dalam keterangan tertulis, Selasa (6/1).

Sementara itu, banjir Tapteng di Desa Hutanabolon meninggalkan lumpur tebal di halaman rumah warga. Kondisi ini dinilai berpotensi menimbulkan masalah kesehatan jika tidak segera ditangani.

“Karena itu personel bersama masyarakat membersihkan sampah, lumpur, dan material sisa yang berpotensi menimbulkan masalah kesehatan maupun lingkungan,” kata Ferry.

Ia menambahkan, keterlibatan personel Polri dalam kegiatan gotong royong bertujuan memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Langkah ini juga menjadi upaya pencegahan agar bencana serupa tidak kembali terjadi.

“Pembersihan selokan dan lingkungan ini merupakan langkah preventif untuk mengurangi risiko banjir serta menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan warga,” tegasnya.

Sebagai informasi, banjir dan longsor Tapteng terjadi pada Senin, 24 November 2025. Berdasarkan data BPBD Sumatera Utara per Selasa (6/1), bencana tersebut menyebabkan 128 orang meninggal dunia, 35 orang dinyatakan hilang, tujuh orang luka-luka, dan 4.245 warga terpaksa mengungsi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini