spot_img
spot_img

28 Orang Tewas Puluhan Luka Peristiwa Crone Raksasa Ambruk Timpa Kereta Penumpang Di Nakhon

Indeks Sumut-Sebanyak 28 orang ditemukan tewas akibat crane atau derek raksasa yang digunakan dalam proyek kereta cepat China-Thailand ambruk dan menimpa kereta berpenumpang di Provinsi Nakhon Ratchasima, Thailand timur laut

Dinas Humas Provinsi Nakhon Ratchasima, mengatakan 28 orang ditemukan meninggal dilokasi peristiwa ambruknya crane atau derek raksasa yang digunakan dalam proyek kereta cepat China-Thailand ambruk dan menimpa kereta berpenumpang di Provinsi Nakhon

“Dalam peristiwa ini, puluhan korban luka-luka, dalam insiden di kereta yang sedang melaju dari Bangkok menuju Ubon Ratchathani ini. Dan dinyatakan 28 orang tewas di lokasi peristiwa,” sebut petugas Dinas Humas Provinsi Nakhon

Petugas Dinas Humas Provinsi Nakhon, juga menyebutkan crane tersebut jatuh ke jalur kereta, menyebabkan tiga gerbong anjlok dan terbakar

Tim penyelamat tampak bekerja keras mengevakuasi para penumpang dari gerbong yang miring, Rabu (14/01/2026).

Sementara itu, Kepala Polisi Distrik Sikhio, Thatchapon Chinnawong, mengatakan bahwa proses evakuasi sempat terhenti akibat kebocoran bahan kimia di lokasi.

“Tim penyelamat yidak dapat bekerja maksimal, Ada bahan kimia berbahaya,” ucapnya

Proyek kereta cepat ini merupakan bagian dari kerja sama infrastruktur besar China dalam Belt and Road Initiative (BRI), yang dirancang menghubungkan Bangkok dengan Kunming, China, melalui Laos

Diketahui total nilai proyek mencapai lebih dari 5 miliar dollar AS (Rp 84,32 triliun).

Jalur tempat crane jatuh dibangun oleh perusahaan konstruksi besar asal Thailand, Italian-Thai Development (ITD).

Konsultan teknik dari China Railway Design Corporation, Theerachote Rujiviphat, menyatakan bahwa perusahaan itulah yang sepenuhnya bertanggung jawab atas insiden ini.

“Mereka satu-satunya perusahaan yang bertanggung jawab. Kecelakaan serupa juga pernah terjadi beberapa tahun lalu di bawah tanggung jawab mereka,” ujarnya

Perdana Menteri Thailand Anutin Charnvirakul, Selasa (20/01/2026) menyatakan keprihatinan atas insiden ini. Ia pun meminta investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab ambruknya crane.

“Insiden seperti ini terlalu sering terjadi, Saya dengar ini perusahaan yang sama dengan insiden sebelumnya. Sudah waktunya undang-undang diubah agar perusahaan konstruksi yang berulang kali menyebabkan kecelakaan bisa masuk daftar hitam.” ucap Anutin Charnvirakul

Anutin juga memastikan 28 korban tewas akibat peristiwa ini, akan mendapat cover asuransi secara menyeluruh

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini