Dorong RSUD Parsoburan Segera Terwujud Warga Habornas Terlalu Jauh Ke Balige Dan Porsea

Indeks Sumut-RSUD (Rumah Sakit Umum Daerah) jadi harapan masyarakat di wilayah Habinsaran, Borbor, dan Nassau (Habornas), Kabupaten Toba, Sumatera Utara, untuk dapat berdiri atau memiliki rumah sakit sendiri kembali mengemuka.

Selama bertahun-tahun, RSUD Porsea atau RS HKBP Balige, menjadi tumpuan warga di kawasan tersebut dalam mengandalkan fasilitas kesehatan di luar wilayah Habornas, ketika membutuhkan penanganan medis lebih lanjut, jelas membutuhkan waktu panjang karena jarak yang teramat jauh

Persoalannya bukan sekadar jarak, tetapi juga waktu yang harus dipertaruhkan ketika menghadapi kondisi darurat, untuk mendapatkan bantuan medis ke RSUD Porsea atau pun RS HKBP Balige

Dari Parsoburan menuju Balige berjarak sekitar 50 kilometer dengan waktu tempuh dapat mencapai 1,5 hingga 2 jam. Kondisi jalan yang belum sepenuhnya mulus serta karakter geografis wilayah yang cukup menantang membuat perjalanan menuju rumah sakit menjadi persoalan tersendiri, terutama bagi pasien yang membutuhkan pertolongan cepat.

Kondisi inilah yang dinilai menjadi alasan kuat agar pembangunan rumah sakit umum sendiri di Parsoburan tidak lagi berhenti sebagai wacana.

“Fasilitas RSUD Parsoburan nantinya diharapkan paling tidak setara dengan RS HKBP Balige atau RSUD Porsea,” ujar Ishak Pardosi, anak rantau Habornas di Jakarta, Senin (20/09/2026).

Menurut Ishak, gagasan menghadirkan rumah sakit di Parsoburan sebenarnya bukan sesuatu yang baru. Wacana tersebut telah lama menjadi harapan masyarakat, namun hingga kini belum berubah menjadi kenyataan.

Ia menilai sudah saatnya seluruh elemen masyarakat Habornas, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan, ikut mendorong agar cita-cita tersebut mendapat perhatian serius dari pemerintah.

“Wacana ini sudah cukup lama. Saya mengajak seluruh putra Habornas, termasuk yang berada di perantauan, agar kiranya bersedia bersama-sama mengubah wacana ini menjadi kenyataan,” tegas Ishak.

Bagi masyarakat Habornas, keberadaan rumah sakit bukan hanya persoalan pembangunan fisik. Lebih dari itu, RSUD Parsoburan diharapkan menjadi jawaban atas kebutuhan pelayanan kesehatan yang lebih dekat, cepat, dan terjangkau bagi masyarakat di tiga kecamatan tersebut.

Sebab dalam situasi darurat, perjalanan puluhan kilometer bukan sekadar persoalan waktu. Setiap menit dapat menjadi sangat berarti.

Karena itu, harapan warga Habornas kini tertuju pada pemerintah agar rencana pembangunan RSUD Parsoburan dapat dikaji secara serius dan diwujudkan secara bertahap.

RSUD Parsoburan bukan sekadar bangunan rumah sakit. Bagi warga Habornas, kehadirannya adalah harapan agar ketika sakit dan membutuhkan pertolongan, mereka tidak lagi harus menempuh perjalanan jauh menuju Balige atau Porsea.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini