Indeks Sumut – Kebiasaan penyebab paru-paru basah ternyata banyak terjadi dalam aktivitas sehari-hari tanpa disadari. Jika terus dibiarkan, kebiasaan ini dapat meningkatkan risiko infeksi paru-paru yang serius dan membahayakan kesehatan.
Paru-paru basah atau pneumonia adalah peradangan pada jaringan paru-paru akibat infeksi bakteri, virus, atau jamur. Infeksi ini masuk melalui saluran pernapasan dan berkembang di dalam paru-paru, terutama saat daya tahan tubuh menurun.
Kondisi ini bisa menyerang siapa saja, mulai dari anak-anak hingga lansia. Karena itu, mengenali kebiasaan penyebab paru-paru basah menjadi langkah penting untuk mencegah infeksi sejak dini.
1. Kebiasaan Merokok
Merokok merupakan kebiasaan utama yang menyebabkan paru-paru basah. Asap rokok mengandung zat berbahaya yang merusak saluran pernapasan dan melemahkan pertahanan paru-paru.
Kerusakan ini membuat kuman lebih mudah menempel dan berkembang. Bahkan, paparan asap rokok dari orang lain juga tetap meningkatkan risiko infeksi paru-paru.
2. Kurang Menjaga Kebersihan
Jarang mencuci tangan setelah beraktivitas, batuk, atau bersin memudahkan kuman masuk ke saluran pernapasan.
Kebiasaan sederhana yang sering diabaikan ini menjadi salah satu penyebab paru-paru basah karena mempercepat penularan kuman penyebab infeksi.
3. Sering Berada di Lingkungan Lembap
Lingkungan lembap, pengap, dan minim ventilasi memudahkan kuman berkembang di udara.
Jika kondisi ini berlangsung lama, risiko terhirupnya kuman penyebab infeksi paru akan meningkat, terutama di dalam rumah yang sirkulasi udaranya buruk.
4. Tidur di Tempat Kotor atau Berbagi Alat Tidur
Kasur, bantal, dan selimut yang jarang dibersihkan dapat menjadi sarang kuman.
Risiko penularan akan semakin besar jika alat tidur digunakan bersama, karena kuman mudah berpindah dari satu orang ke orang lain.
5. Konsumsi Alkohol Berlebihan
Minum alkohol secara berlebihan dapat menurunkan daya tahan tubuh dan mengganggu refleks batuk alami.
Akibatnya, tubuh kesulitan membersihkan saluran napas dari kuman, sehingga risiko infeksi paru-paru meningkat.
6. Jarang Berolahraga
Kurang aktivitas fisik membuat kebugaran tubuh dan kekuatan paru-paru menurun.
Kondisi ini menyebabkan sistem kekebalan tubuh melemah dan membuat tubuh lebih rentan terhadap infeksi saluran pernapasan.
7. Terlalu Sering Mengonsumsi Makanan Berlemak
Konsumsi makanan berlemak berlebihan dapat memicu peradangan dalam tubuh.
Jika berlangsung lama, daya tahan tubuh menjadi tidak optimal dalam melawan kuman penyebab infeksi, termasuk infeksi paru-paru.
8. Tidak Melengkapi Imunisasi
Tidak mendapatkan vaksin pneumonia atau influenza membuat tubuh lebih mudah terserang infeksi saluran pernapasan.
Risiko ini lebih tinggi pada anak-anak, lansia, dan orang dengan kondisi kesehatan tertentu. Vaksin membantu tubuh membentuk perlindungan sebelum infeksi terjadi.
Selain kebiasaan di atas, kondisi seperti kurang gizi, penyakit kronis, dan penggunaan obat yang menekan daya tahan tubuh juga meningkatkan risiko paru-paru basah.
Jika kebiasaan penyebab paru-paru basah terus dilakukan, infeksi dapat menimbulkan gejala berat seperti demam tinggi, batuk berdahak, sesak napas, dan nyeri dada. Pada kelompok rentan, kondisi ini bisa berkembang menjadi komplikasi serius.
Oleh karena itu, menerapkan kebiasaan sehat seperti menjaga kebersihan, tidak merokok, memperbaiki sirkulasi udara, berolahraga rutin, mengonsumsi makanan bergizi, serta melengkapi imunisasi sangat penting untuk menjaga kesehatan paru-paru.
Mengenali dan menghindari kebiasaan tersebut adalah langkah nyata untuk melindungi sistem pernapasan. Jika muncul gejala infeksi yang tidak kunjung membaik, segera konsultasikan dengan tenaga medis agar penanganan dapat dilakukan secara tepat.

